• PPDB 2016

  • Asrama

  • Event PPDB

  • Kegiatan Adiwiyata
 

Berita Update

Mubaligh Hijrah MAN Yogyakarta II

Yogyakarta (MAN Yk II) – Setelah melewati proses seleksi dari 60 siswa yang tergabung dalam ekstrakurikuler Calon Mubaligh (CM) pada sabtu (17/9), terpilih 35 peserta  Mubaligh Hijrah (MH) 2016. Tahap seleksi yang harus dilewati calon peserta MH yaitu tahan wawancara dan tes keilmuan. Tahap wawancara ini untuk mengetahui kepribadian dan kecakapan sosial, sedangkan tahap tes keilmuan meliputi kemampuan menyampaikan kultum, mengajar TPA, dan kemampuan menjadi imam untuk yang siswa putra. Kegiatan MH ini merupakan kegiatan rutin yang diselengarakan tiap tahun oleh MAN Yogyakarta II. Dan Tahun ini kegiatan MH dilaksanakan di Taruban Wetan Tuksono, Sentolo, Kulonprogo selama tiga hari (23-25/9).

Bentuk kegiatan rutin yang dilaksanakan berupa bimbingan di TPA, kultum, ceramah, dan training kepada remaja masjid. Selain itu juga diselengarakan outbond untuk anak-anak TPA, kerja bakti masjid, pengajian akbar, bakti sosial, dan bazar.

Fajar Basuki, S.Ag selaku Kepala Unit Keagamaan dan penanggung jawab kegiatan menjelaskan kegiatan MH ini merupakan ajang bagi anggota CM MAN Yogyakarta II untuk menerapkan ilmu di masyarakat secara langsung. “saya berharap juga dengan adanya MH dapat melatih anggota CM lebih bertanggung jawab dalam mengemban tugas, berani tampil, mampu bekerja, dan berakhlak mulia dalam masyarakat,” kata Fajar

Kegiatan pengajian akbar dan bakti sosial serta bazar dilaksanakan dalam hari yang sama sabtu (24/9). Sebagai penceramah adalah Dicky Artanto siswa kelas XII Agama sekaligus anggota CM.  Sedangkan bakti sosial dilaksanakan setelah pengajian akbar. Ada 130 paket sembako dan pakaian patas pakai. Masyarakat menukar dengan uang sebesar Rp. 10.000/per paket untuk paket sembako dan Rp. 5.000/per paket pakaian pantas pakai. Hasil dari penukaran paket sembako dan bazar pakaian pantas pakai dikembalikan ke masyarakat  lewat Takmir Masjid. Sebelum pelaksanaan MH juga  sudah disalurkan hewan kurban berupa dua ekor kambing pada senin (11/9).  Paket sembako, baju pantas pakai, dan dua ekor kambing ini berasal dari iuran seluruh warga MAN Yogyakarta II baik siswa maupun guru serta pegawai MAN Yogyakarta II.

Alhamdulillah kegiatan MH selama tiga hari ini berjalan lancar dan sukses. Peserta MH ditarik pada Ahad (25/9) pukul 16.00 WIB. (len)

MAN Yogyakarta II Tuai Banyak Prestasi di September Ceria

Luar biasa,  tahun ini siswa-siswa MAN Yogyakarta II  melalui jalur non akademik mampu mengharumkan Madrasah secara umum dan khususnya MAN Yogyakarta II. Ini dibuktikan dengan diraihnya prestasi diberbagai even. Di antaranya yaitu juara I dalam Parade Bocah Obah yang diselengarakan oleh Dinas Perberdayaan Masyarakat dan Perempuan Kota Yogyakarta, juara II Senam Pramuka yang diselengarakan Kuartir Kota Yogyakarta , terpilihya siswa MAN Yogyakarta II sebagai Duta Nabza, dan juara I Film Pendek Tingkat Pelajar Se-DIY.

“Saya mengucapkan terimakasih dan apresiasi sedalam-dalamnya atas prestasi yang diraih siswa-siswa MAN Yogyakarta II,” ucap Drs. H In Amullah, MA selaku kepala MAN Yogyakarta II sesaat setelah penyerahan piala, senin (5/9).

Selain empat prestasi di atas, diserahkan pula piala dari cabang tenis meja, bulutangkis, dan lomba menyanyi solo yang diselengarakan oleh Universitas Terbuka Yogyakarta (1-3/9). Dalam lomba ini MAN Yogyakarta II dapat meraih delapan piala. Tiga piala diraih dari cabang tenis meja yaitu juara I tenis meja tunggal putri, juara II dan III tenis meja tunggal putra. Dari cabang bulutangkis mempersembahkan tiga piala yaitu juara II bulutangkis tunggal  putri, juara II dan III bulutangkis tunggal putra. Dan terakhir dua piala dari lomba menyanyi solo yaitu juara III menyanyi solo putra dan putri.

Masing-masing mendapatkan piala, piagam dan uang pembinaan. Bagi juara I mendapatkan uang pembinaan sejumlah Rp. 1.000.000,00, juara II uang sejumlah Rp. 750.000,00 dan juara III uang sejumlah Rp. 500.000,00.

“Target saya dengan mengikuti ajang lomba seperti ini MAN Yogyakarta II dapat lebih dikenal oleh masyarakat luas dan tentunya sebagai ajang uji coba dalam persiapan menghadapi (Ajang Kompetisi Seni dan Olahraga Madrasah (AKSIOMA) tahun 2017,” harap In Amullah. 

Broadcasting MAN Yogyakarta II Juara I Festival Film Pelajar

Broadcasting tahun ini dijadikan program unggulan MAN Yogyakarta II. Bahkan tidak tanggung-tanggung, broadcasting yang awalnya hanya sekedar ekstrakurikuler sekarang dijadikan mata pelajaran intra untuk jurusan bahasa. Hal ini tidak berlebihan karena broadcasting di MAN Yogyakarta II telah membuktikan dengan prestasi-prestasinya. Baik prestasi dalam bidang presenter, penyiar, ataupun produksi film pendek. Bahkan film pendek berjudul Gadis Penembus Dunia menjadi juara harapan satu Eagle Junior Tingkat Nasional.

Tahun ini Tim Broadcasting MAN Yogyakarta II kembali mengukir prestasi dalam acara Festival Seni Teater dan Film Pelajar Tingkat SMA/SMK/MA se-DIY 2016. Lomba ini diselengarakan oleh Lembanga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Institute Seni Indonesia. Film berjudul “Kura-kura Merdeka” mampu merebut hati para juri saat dipresentasikan Ahad (28/8) di Desa Sukun Banyuraden Gamping Sleman dan pada akhirnya MAN Yogyakarta II dinobatkan sebagai juara I Lomba Film Pendek Tingkat SMA/SMK/MA.

“Saya sangat berterimakasih kepada Kepala MAN Yogyakarta II Drs In Amullah MA yang telah menjadikan broadcasting sebagai mata pelajaran intra. Harapannya ini dapat membekali siswa berupa keterampilan yang bisa mereka manfaatkan untuk mencari pekerjaan atau justru dapat dimanfaatkan membuka usaha sendiri setelah mereka lulus,” tutur Jumiyasrini selaku guru pembimbing Broadcasting.

 

“Meski MAN Yogyakarta II bukan kejuruan namun faktanya hanya 30% siswa yang melanjutkan ke perguruan tinggi. Oleh karena itu kami harus membekali mereka dengan keterampilan.” pungkas nenek bercucu satu ini. (len)